Proofreading berbeda dari editing substantif
Editing dapat menyentuh struktur, kejelasan kalimat, alur argumentasi dan konsistensi penyajian. Proofreading berada lebih dekat ke tahap akhir: fokusnya memastikan detail yang sudah dianggap final tidak masih menyimpan gangguan teknis.
Apa yang diperiksa?
- salah ketik, huruf ganda atau kata terlewat;
- tanda baca, kapitalisasi dan spasi;
- konsistensi penulisan istilah, nama dan singkatan;
- penomoran bab, subbab, tabel dan gambar;
- ketidakkonsistenan visual atau teks yang tampak setelah layout.
Kapan proofreading dilakukan?
Idealnya setelah isi utama stabil. Pada proyek tertentu, pemeriksaan dapat dilakukan pada naskah sebelum layout lalu diikuti pemeriksaan proof setelah layout untuk menangkap kesalahan yang muncul saat penataan halaman.